Dapur dan Lantai Diubah Hunian Tampil Lebih Mewah


“Saya tak menyangka, hunian semungil ini bisa dirancang sebaik dan sebagus ini. Kaget banget pas melihatnya,” ucap Lily Aprilina, pemilik apartemen. Ada cerita menarik tentang apartemen mungil ini. Apartemen ini awalnya dibeli Lily Aprilina dan sang suami, Ferry Kurniawan, hanya sebagai hunian transit.

Baca juga : Distributor Jual Genset di Bali

Artinya, jika memang ada anggota keluarga yang kemalaman pulang atau harus melakukan aktivitas di pagi hari, baik yang sifatnya acara keluarga atau kerjaan, seperti meeting atau menghadiri akad nikah, semua bisa mempergunakan apartemen ini untuk menginap. Ini karena rumah yang mereka huni saat ini, dianggap kurang dekat dengan pusat kota.

“Kalau secara jarak sih sebenarnya rumah kami masih dekat, karena berada di Cakung, Jakarta Timur. Tapi, kalau melihat kondisi Jakarta yang sering macet hingga menghabiskan waktu berjam-jam hanya dari Cakung menuju pusat kota Jakarta seperti Sudirman, Thamrin, atau Kuningan, akhirnya kami memutuskan membeli apartemen di Kuningan ini sebagai apartemen transit,” ucap Lily.

Walau hanya sebatas apartemen transit, ia dan suami memutuskan untuk mendesain apartemen ini secara total. Adalah Kaelani, desainer interior dari Kayla Furniture & Interior Design, yang ditunjuk untuk mendesain apartemen mereka.

Diserahkan Kepada Ahlinya Yang unik, Lily Aprilina mengaku bahwa ia dan suami, Ferry Kurniawan, menyerahkan sepenuhnya urusan desain ke Kayla dan tidak ikut campur tangan. “Saya memercayakan seluruhnya ke dia (Kayla, red). Saya hanya bilang, tolong didesainkan yang cantik, nyaman, enggak kelihatan sempit, dan terkesan luas,” ucap Lily.

Kepercayaan Lily bukan tanpa alasan, ia pernah melihat hasil karya Kayla dan hasilnya sesuai harapan. Ia pun akhirnya membebaskan sang desainer interior untuk berkreasi sesuai imajinasinya. Bagi Kayla, kepercayaan ini memang suatu berkah yang luar biasa. Tetapi, di sisi lain tantangannya luar biasa. Bukan hal mudah menerima kepercayaan seseorang secara utuh. Apalagi, proses desain yang terjadi tanpa diskusi dan pemilik hanya mengiyakan desain. Bahkan, selama proses pembangunan hingga unit apartemen ini jadi, sang pemilik tidak pernah datang walau sekadar untuk mengecek kerjaan.

“Dari proses desain, pembuatan, hingga detik-detik mau diperlihatkan dan serah terima, sebenarnya hati dan pikiran saya bercabang, antara semangat menunjukkan dan takut mereka enggak suka. Tapi, setelah melihat raut wajah, saya tenang,” ucap Kayla. “Saya tak menyangka, hunian semungil ini bisa dirancang sebaik dan sebagus ini. Kaget banget pas melihatnya,” ucap Lily Aprilina, yang waktu itu datang bersama keluarga besarnya melihat langsung hasil pekerjaan sang desainer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *